Rangkuman Materi PAI Kelas 10 Bab 3 Kurikulum Meredeka

Ngertiyuk.comRangkuman PAI Kelas 10 Bab 3 membahas berbagai sifat tercela yang harus dihindari oleh setiap muslim agar terhindar dari kerugian di dunia dan akhirat.

Materi ini meliputi pembahasan tentang sikap hidup berfoya-foya (tabzir dan israf), riya’, sum’ah, takabur, dan hasad. Selain itu, PAI Kelas 10 Bab 3 juga memberikan panduan praktis untuk melatih sikap rendah hati, ikhlas, serta mensyukuri nikmat Allah Swt.

Rangkuman Materi PAI Kelas 10 Bab 3

Menjalin Hidup Penuh Manfaat dengan Menghindari Berfoya-foya, Riya’, Sum’ah, Takabur, dan Hasad

PAI Kelas 10 Bab 3 membahas berbagai sifat tercela yang harus dihindari oleh setiap muslim agar terhindar dari kerugian di dunia dan akhirat.

Rangkuman Materi PAI Kelas 10 Bab 3 Kurikulum Meredeka

Materi ini meliputi pembahasan tentang sikap hidup berfoya-foya (tabzir dan israf), riya’, sum’ah, takabur, dan hasad.

Selain itu, PAI Kelas 10 Bab 3 juga memberikan panduan praktis untuk melatih sikap rendah hati, ikhlas, serta mensyukuri nikmat Allah Swt.

1. Tujuan Pembelajaran PAI Kelas 10 Bab 3

Dalam PAI Kelas 10 Bab 3, siswa diharapkan mampu:

  1. Menganalisis manfaat menghindari sikap hidup berfoya-foya, riya’, sum’ah, takabbur, dan hasad
  2. Membuat karya berupa quote dan mempublikasikan di media sosial
  3. Menghindari sikap hidup sikap hidup berfoya-foya, riya’, sum’ah, takabbur, dan hasad
  4. Terbiasa bersikap rendah hati dalam kehidupan sehari-hari
Baca Juga:  Rangkuman Materi PAI Kelas 10 Bab 4 Kurikulum Meredeka

2. Menghindari Sifat Hidup Berfoya-Foya

PAI Kelas 10 Bab 3 menjelaskan bahwa harta yang melimpah sering membuat seseorang konsumtif, sehingga terjerumus dalam tabzir (pemborosan) dan israf (berlebihan).

Kata tabzir diulang tiga kali dalam Al-Qur’an, sedangkan kata israf diulang dua puluh tiga kali dalam berbagai bentuknya.

Keduanya memiliki makna yang mirip, yaitu membelanjakan harta tidak pada jalannya.

Tabzir adalah menggunakan harta untuk hal yang tidak haq, sedangkan israf adalah membelanjakan harta secara berlebihan tanpa manfaat dan melampaui batas kepatutan menurut ajaran Islam.

2.1 Contoh perilaku tabzir (pemborosan ) dan israf (berlebihan)

Berikut ini beberapa contoh perilaku tabzir dan israf daalam kehidupan sehari-hari:

  1. Makan dan minum: Mengambil makanan dan minuman secara berlebihan pada acara hingga tidak sanggup menghabiskannya.
  2. Berbicara: Mengucapkan hal-hal yang tidak penting, baik secara langsung maupun melalui media sosial, termasuk menggunakan kuota internet untuk aktivitas yang tidak bermanfaat.
  3. Penampilan: Memakai perhiasan berlebihan seperti emas di banyak bagian tubuh dan berpakaian mewah dengan tas impor mahal hanya untuk pamer.

2.2 Dampak Negatif Sifat Hidup Berfoya-foya

  1. Melalaikan akhirat – Terlalu sibuk mengejar kebahagiaan duniawi dan menumpuk harta hingga lupa tujuan akhir kehidupan.
  2. Memicu iri, dengki, dan pamer – Pengeluaran berlebihan dan memamerkannya dapat menimbulkan konflik sosial.
  3. Menimbulkan frustasi – Kekhawatiran berlebihan ketika harta habis akibat pengeluaran tidak terkendali.
  4. Menumbuhkan sifat kikir – Takut jatuh miskin sehingga enggan berbagi dengan fakir miskin yang membutuhkan bantuan.

2.3 Cara Menghindari Sifat Hidup Berfoya-foya

  1. Membelanjakan sesuai prioritas – Mengatur pengeluaran berdasarkan kebutuhan primer, sekunder, dan tersier.
  2. Membiasakan bersedekah – Menyalurkan harta kepada orang yang membutuhkan untuk menumbuhkan empati dan mempererat hubungan sosial.
  3. Bergaya hidup sederhana – Menjalani hidup apa adanya demi ketenangan hati dan kepedulian pada sesama.
  4. Selalu bersyukur – Menerima nikmat Allah dengan hati, ucapan, dan perbuatan yang benar.
  5. Bertindak selektif dan terencana – Merencanakan penggunaan harta, membiasakan menabung, dan berhemat termasuk dalam penggunaan internet.
  6. Bersikap rendah hati – Menyadari bahwa harta hanyalah titipan Allah dan menjauhi sifat sombong maupun merasa paling hebat.
Baca Juga:  Rangkuman Materi PAI Kelas 10 Bab 5 Kurikulum Meredeka Lengkap

3. Menghindari Sifat Riya’ dan Sum’ah

Dalam PAI Kelas 10 Bab 3, riya’ berarti menampakkan ibadah untuk dipuji, sedangkan sum’ah berarti memperdengarkan amal untuk sanjungan. Kedua sifat ini termasuk syirik khafi yang menghapus pahala amal.

Allah Swt. melarang perbuatan ini sebagaimana dijelaskan dalam Q.S. al-Baqarah/2:264, dan Rasulullah Saw. memperingatkan bahwa pelaku riya’ kelak akan diminta mencari pahala dari manusia yang dulu ia harapkan pujiannya.

3. 1 Pengertian riya’ dan sum’ah

Riya’ berarti menampakkan ibadah agar mendapat pujian, sedangkan sum’ah berarti memperdengarkan amal untuk sanjungan.

3. 2 Syarat diterimanya amal

Untuk terhindar dari riya’ dan sum’ah, amal ibadah harus memenuhi tiga syarat utama:

  1. dilakukan berdasarkan ilmu
  2. diniatkan ikhlas hanya untuk Allah Swt
  3. dikerjakan dengan sabar dan penuh keikhlasan

3. 3 Tingkatan Riya’

  • Riya’ Khalish – ibadah dilakukan semata-mata untuk mendapatkan pujian manusia.
  • Riya’ Syirik – ibadah dilakukan dengan niat menjalankan perintah Allah, namun juga untuk mencari sanjungan dari orang lain.

3.4 Bentuk Riya’

  • Riya’ dalam niat – sejak awal berniat ibadah untuk dipuji.
  • Riya’ dalam perbuatan – menambah atau memperindah ibadah agar terlihat lebih baik di mata orang lain.

3.5 Ciri-Ciri Riya’ dan Sum’ah

  1. Sering menyebut atau mengungkit amal baik yang telah dilakukan.
  2. Beramal hanya karena ikut-ikutan orang lain.
  3. Malas beramal jika tidak dilihat orang.
  4. Berbuat baik hanya saat berada di tengah keramaian.
  5. Selalu ingin amalnya dilihat dan didengar untuk mendapat pujian.
  6. Ekspresi amal berubah tergantung ada yang melihat atau tidak.
  7. Semangat beramal meningkat saat dipuji dan menurun saat dicemooh.

3.6 Dampak Negatif Riya’ dan Sum’ah

Perbuatan riya’ dan sum’ah membawa dampak buruk bagi pelaku dan masyarakat, antara lain:

  1. Timbul rasa tidak puas terhadap amal yang dilakukan.
  2. Merasa gelisah saat berbuat kebaikan.
  3. Nilai pahala ibadah berkurang atau bahkan hilang.
  4. Menurunkan kepercayaan dan simpati orang lain.
  5. Menyesal jika amalnya tidak diperhatikan orang.
  6. Memicu sentimen, iri, dan dengki dari orang lain.

3.7 Cara Menghindari Sifat Riya’ dan Sum’ah

  1. Meluruskan niat
  2. Menyadari diri sebagai hamba Allah Swt.
  3. Memohon pertolongan Allah Swt.
  4. Memperbanyak rasa syukur
  5. Memperbanyak ingat kematian
  6. Membiasakan hidup sederhana
Baca Juga:  Rangkuman Materi PAI Kelas 10 Bab 9 Kurikulum Merdeka Terbaru

3. 8 Benteng Amal

  1. Merasa bahwa hidayah itu datangnya dari Allah Swt.
  2. Berniat meraih ridha Allah Swt. agar dapat mengalahkan hawa nafsu.
  3. Berharap pahala dari Allah Swt. dengan menghilangkan riya’ dan sum’ah.

4. Menghindari Sifat Takabbur

Dalam Rangkuman Materi PAI Kelas 10 Bab 3, disebutkan bahwa pelaku takabur dibenci Allah, dijauhi masyarakat, dan akan mendapat siksa di akhirat.

akabur termasuk penyakit hati yang dibenci Allah Swt. dan membuat pelakunya ingin terus menunjukkan kehebatannya. Dalam Q.S. al-A’raf ayat 36 dan 40, Allah menegaskan bahwa orang yang sombong dan mendustakan ayat-Nya tidak akan masuk surga dan akan kekal di neraka.

4.1 Definisi Takabur

Takabur adalah sifat sombong, merasa lebih hebat, kuat, dan unggul dari orang lain, serta merendahkan dan menolak kebenaran dari orang lain.

4. 2 Dampak Negatif Sifat Takabur

  1. Dibenci oleh Allah Swt. dan Rasul-Nya.
  2. Dibenci dan dijauhi oleh masyarakat.
  3. Mata hati tertutup sehingga sulit menerima hidayah kebenaran.
  4. Mendapatkan siksa dan kehinaan di akhirat.
  5. Dimasukkan ke dalam neraka.

4. 3 Cara Menghindari Sifat Takabur

  1. Menyadari kekurangan dan kelemahan diri.
  2. Menyadari bahwa hidup di dunia hanya sementara.
  3. Berusaha selalu menghargai orang lain.
  4. Bersifat rendah hati (tawadhu’).
  5. Ikhlas dalam melakukan ibadah.

5. Menghindari Sifat Hasad

Rangkuman materi PAI Kelas 10 Bab 3 mengajarkan bahwa hasad dapat menentang takdir Allah, membuat hati gelisah, menghalangi doa, dan merendahkan martabat orang lain.

5. 1 Definisi Hasad

Hasad adalah perasaan tidak senang terhadap kebahagiaan orang lain karena mendapatkan nikmat, disertai keinginan untuk menghilangkan nikmat tersebut, baik berupa harta, jabatan, atau hal lainnya.

5.2 Hasad yang Dibolehkan

“Dari Abdullah bin Mas’ud r.a., berkata: “Nabi Saw. bersabda: ‘Tidak boleh hasad kecuali pada dua orang:

  • (1). Orang yang diberi harta kekayaan oleh Allah lalu digunakan untuk menegakkan haq dan kebaikan,
  • (2). Orang yang diberi oleh Allah hikmah (ilmu) lalu diamalkan dan diajarkan kepada orang lain.”

(HR. Ahmad)

5.3 Tiga Jenis Hasad Menurut Imam Ghazali

  1. Mengharapkan hilangnya nikmat yang dimiliki orang lain dan berpindah kepadanya.
  2. Mengharapkan hilangnya kebahagiaan orang lain meskipun tidak mendapatkannya, asalkan orang tersebut menderita.
  3. Tidak ridha atas nikmat yang Allah Swt. berikan kepada orang lain, meskipun tidak ingin nikmat itu hilang, namun benci jika orang lain menyamai atau melebihinya.

5.4 Dampak Negatif Hasad

  1. Menentang takdir Allah Swt.
  2. Hati menjadi susah dan gelisah.
  3. Menghalangi diri untuk berdoa kepada Allah Swt.
  4. Meremehkan nikmat dari Allah Swt.
  5. Merendahkan martabat orang lain.

5.5 Cara Menghindari Hasad

  1. Meyakini keadilan Allah Swt.
  2. Memperbanyak rasa syukur.
  3. Menjaga sifat rendah hati (tawadhu’).
  4. Senang membantu orang lain.
  5. Mempererat tali silaturahmi.
  6. Mendahulukan kepentingan umum.

Kesimpulan Materi PAI Kelas 10 Bab 3

Materi PAI Kelas 10 Bab 3 mengajarkan bahwa menghindari sifat tercela seperti berfoya-foya, riya’, sum’ah, takabur, dan hasad adalah kunci membentuk akhlak mulia.

Dengan menerapkan ajaran ini, siswa dapat membangun kehidupan yang lebih harmonis, penuh empati, dan mendapat ridha Allah Swt.

Download Rangkuman Materi PAI Kelas 10 Bab 3

Share Ke Teman!